Teknik dan Petunjuk Keamanan Makanan

Mencegah dengan mengkonsumsi makanan secara cerdas


Jika disimpan dan diolah secara tidak tepat, maka makanan yang kita makan akan berisiko tercemar oleh bakteri dan virus yang bisa menjadi penyebab kondisi tidak sehat dan . Mulai dari sakit perut hingga mual, muntah, diare, sakit kepala dan demam, maka keracunan makanan merupakan kondisi paling tidak nyaman yang dirasakan oleh seseorang. Oleh karena itu, Anda harus bijak dalam menjaga keamanan makanan karena sangat penting untuk membuat Anda dan keluarga Anda terlindungi dari yang bisa dicegah. Setiap orang harus menyadari pentingnya kesehatan makanan, khususnya jika Anda tinggal bersama orang yang Anda cintai namun rentan terhadap, seperti anak-anak, wanita hamil, dan orang tua. Namun berbekal pengetahuan yang cukup dan mengikuti beberapa teknik sekaligus petunjuk berikut ini, maka Anda akan mampu memasak makanan sehat untuk keluarga Anda, tanpa cemas akan risiko terkena. 

Makanan berisiko tinggi

Semua makanan bisa terkontaminasi oleh bakteri, namun ada beberapa makanan yang memiliki risiko lebih tinggi dibanding yang lainnya. Daging mentah atau setengah matang (khususnya daging ayam dan babi), makanan laut, telur, tauge, susu yang tidak dipasteurisasi, keju lunak, jus buah dan sayuran semuanya mudah terkontaminasi jika tidak disimpan, ditangani dan diolah secara tepat.

Hal yang harus Anda ketahui

•    Yang pertama, yang penting adalah tidak hanya melakukan desinfeksi area pengolahan makanan setelah Anda selesai memasak, tapi juga sebelum Anda mulai memasak—artinya Anda akan memegang makanan di tempat yang bersih dan tidak akan meningkatkan risiko mencemarinya dengan bakteri apapun. Gunakan produk seperti Wipol untuk memastikan permukaan yang Anda pegang benar-benar bersih.

•    Dan jangan lupa untuk mencuci tangan Anda dengan sabun sebelum memegang benda yang sudah disterilkan!

•    Selalu gunakan pisau yang berbeda dan talenan saat mengolah daging dan sayur-sayuran. Dan pastikan benda-benda tersebut telah didesinfeksi dan disimpan secara terpisah satu sama lain.

•    Setelah memegang daging, selalu cuci tangan Anda, termasuk setelah menyentuh permukaan apapun. 

•    Jaga bumbu-bumbu untuk daging mentah dan yang sudah dimasak secara terpisah -jangan mencampurnya!

•    Jaga dapur agar menjadi zona bebas dari hewan peliharaan.

•    Kulkas Anda harus tetap bersih dan telah didesinfeksi sepanjang waktu, dengan berbagai makanan yang disimpan secara steril, juga tutup rapat kemasannya sehingga terjaga dari lalat dan serangga.

•    Karena keterbatasan waktu, maka pastikan Anda memberikan perhatian lebih saat memasak di bulan Ramadan -karena pencemaran silang mudah terjadi saat dapur penuh aktivitas dan berantakan.

•    Jika Anda mengirim makanan selama Ramadan (ke tetangga, masjid atau organisasi amal), maka penting untuk tetap menjaga makanan di suhu yang telah ditentukan agar meminimalkan perkembangan bakteri. Semakin lama Anda membiarkan makanan tak terjaga, semakin besar peluang makanan tersebut tercemari oleh bakteri. Makanan panas dapat dibiarkan dalam suhu kamar selama empat jam, sementara makanan dingin harus dimakan paling lama dua jam setelah diolah.

Dengan membersihkan tangan secara teratur, menempatkan daging mentah dan sayuran secara terpisah, dan gunakan Disinfektan seperti wipol untuk membersihkan area pengolahan makanan saat sebelum dan sesudah digunakan. Sebainya anda selalu pastikan bahwa makanan yang akan dihidangkan benar benar jauh dari resiko kuman dan bakteri.

Kami dalam misi untuk membunuh kuman penyebab penyakit

Rekomendasi Produk